Program Pendidikan Matematika Terapan Eksakta Integra Islamica (EII)

 

ISLAMIC MATH ADVENTURE

 

| Membina Generasi Ulil Albab |

A.Landasan Pemikiran

 

Sahabat EII, pernahkah merasa heran mengapa ada orang-orang cerdas namun tidak mengakui keberadaan Allah? Atau orang-orang cerdas namun tidak memeluk agama Islam? Bukankah semestinya kecerdasan mereka menunjukkan dirinya pada hidayah atau petunjuk Allah?

 

Nyatanya tidak demikian, cerdas saja tidak cukup, dibutuhkan level yang lebih tinggi dari sekadar cerdas untuk mencapai pengakuan pada kebesaran Allah serta ketundukan pada Sang Pencipta. Level ini bisa disebut sebagai “ulil albab”.

 

Dalam banyak ayat dalam Al Qur’an, Allah sering menyebutkan kata “ulil albab” yang sering diartikan sebagai orang-orang yang berakal, atau orang-orang yang berpikir. Akan tetapi faktanya, kata ulil albab mengandung makna yang lebih dalam lagi yang tidak ditemukan padanannya dalam Bahasa Indonesia.

 

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi Ulil Albab.” (QS. Ali Imran: 190)

 

Pertanyaannya, apa yang menjadi kriteria seseorang bisa dimasukkan dalam golongan “Ulil Albab”? Apakah orang-orang yang memiliki kecerdasan intelektual (IQ) tinggi seperti cendekiawan dan para ilmuwan sajakah yang bisa digolongkan sebagai “ulil albab”? Bisakah diri anak kita menjangkau level “ulil albab”? Pertanyaan paling rumit dan Anda sebagai orangtua yang harus mampu menjawabnya!

 

Sahabat EII, ada 3 jenis kecerdasan yang kita kenali selama ini, yaitu:

 

kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ), dan kecerdasan spiritual (SQ).

 

Bisa disimpulkan bahwa untuk menjadikan anak kita “ulil albab”, anak-anak harus mengasah 3 jenis kecerdasan tersebut sejak usia sekolah dasar (lihat kembali Framework Pendidikan Berbasis Fitrah).

 

Mari kita simak ayat-ayat Allah yang menjelaskan tentang ciri-ciri “Ulil Albab” berikut ini:

 

  1. Kecerdasan Intelektual (IQ)

 

Seorang ulil albab akan senantiasa merenungi hikmah penciptaan alam semesta. Sebagaimana firman Allah dalam 2 ayat berikut:

 

Apakah kamu tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit, maka diaturnya menjadi sumber-sumber air di bumi kemudian ditumbuhkan-NYA dengan air itu tanam-tanaman yang bermacam-macam warnanya, lalu menjadi kering, lalu kamu melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikan-NYA hancur berderai-derai. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal (ulil albab).” (QS. Az Zumar: 21)

 

Ulil Albab (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Ali Imran: 191)

 

Oleh sebab itu, jika kita ingin menjadi seorang yang disebut Allah “ulil albab”, pergunakanlah waktu dan akal kita untuk memahami hikmah penciptaan dunia ini. Jangan sekedar menikmatinya tanpa berpikir.

 

Seorang ulil albab akan mendengarkan perkataan dengan seksama, kemudian mengikuti yang terbaik di antaranya.

 

Yang mendengarkan perkataan, lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk, dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal (ulil Albab).” (QS. Az Zumar: 18)

 

  1. Kecerdasan Emosional (EQ)

 

Seorang ulil albab juga bisa dipastikan memiliki kecerdasan emosional yang tinggi. Yakni memenuhi janji dan tidak merusak amanah, menghubungkan silaturahim, sabar, memberi sebagian rezeki pada orang yang membutuhkan, serta mampu membalas kejahatan dengan kebaikan. Sebagaimana yang Allah beritahukan dalam Qur’an:

 

“Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar, sama dengan orang yang buta? Hanyalah orang-orang yang berakal (Ulil albab) saja yang dapat mengambil pelajaran.

 

(Yaitu) orang-orang yang memenuhi janji Allah dan tidak merusak perjanjian,

 

Dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, dan mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk.

 

Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik).” (QS. Ar Ra’d: 19-22)

 

  1. Kecerdasan Spiritual (SQ)

 

Selain cerdas secara intelektual dan juga emosional, ulil albab juga merupakan orang-orang yang memiliki kedekatan pada Allah, yakni melakukan belajar dengan Allah, melalui ketaqwaan dan ketawakalannya berserah diri pada Allah.

 

“Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal (ulil albab).” (QS. Al Baqarah: 197)

 

Sahabat EII, ternyata ulil albab merupakan satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan. Ia bukan hanya orang yang cerdas secara intelektual, namun juga pandai mengelola emosi, dan memiliki kecerdasan spritual dengan bertaqwa pada Allah serta banyak melakukan ibadah amal shaleh.

 

Pertanyaan terpenting selanjutnya adalah, sudahkah kita masuk dalam golongan “ulil albab” yang telah Allah sebutkan ciri-cirinya tersebut? Semoga Allah mampukan anak-anak kita termasuk dalam golongan orang-orang yang mau berpikir.

 

B.Sarana Berpikir Ilmiah Generasi Ulil Albab EII

 

Berdasarkan pengetahuan yang dimiliki melalui studi literatur di atas, maka dianggap perlu diterapkan proses berpikir ilmiah ini sedini mungkin kepada siswa/siswi SD melalui program Islamic Math Adventure EII. Bahkan dimungkinkan pengenalannya pada jenjang Pendidikan TK (lihat kembali Framework Pendidikan Berbasis Fitrah).

 

Implementasi Sarana Berpikir Ilmiah jauh lebih sulit dibandingkan memahami konsepnya. Oleh sebab itu, sebuah Lembaga Pendidikan jenjang SD harus memiliki waktu penuh untuk mengembangkan implementasi ini sesuai perkembangan otak anak berdasarkan Fitrah-nya.

 

Jika dilihat kembali dari konsep Pendidikan Berbasis Fitrah, maka Implementasi Sarana Berpikir Ilmiah di jenjang sekolah dasar dapat diterapkan melalui pendidikan Matematika Terapan Terpadu Islamic Math Adventure). Tentu saja hal ini harus berbasis pada Al Qur’an dan dimulai untuk siswa/siswi kelas 3, 4 , dan 5 SD.

 

Namun, fokus Implementasi Sarana Berpikir Ilmiah ini menggunakan pendekatan Pendidikan Matematika Berbasis Qur’an serta memanfaatkan Sains sebagai media pembelajaran untuk mengarahkan logika siswa/siswi serta mengarahkan sikap mereka agar mendekati sikap Ulil Albab.

 

Oleh sebab itu setiap siswa/siswi yang tergabung dalam program ini dibina, dibimbing dan dibiasakan untuk melakukan:

 

  • Menyusun dugaan hasil observasi [predicting]
  • Melakukan observasi sesuai urutan [sequential thinking]
  • Mengamati, mengelompokkan dan mengurutkan data serta menganalisanya [observing, classifying, sorting, analyzing]
  • Menyimpulkan [drawing conclusion]
  • Mempresentasikan hasil observasi [presenting]

 

Jadi yang perlu diingat oleh semua pihak yang terlibat dalam program ini adalah bahwa Sains hanya digunakan sebagai media untuk memperkuat konsep Matematika Berbasis Qur’an siswa/siswi SD.

 

Dan tentu saja kegiatan ini sesuai dengan tahap-tahap dalam Pendidikan Berbasis Fitrah, yaitu mengembangkan logika berpikir dan sikap siswa/siswi melalui pendidikan yang berbasis pengalaman dan berbasis proyek (Experiental Learning dan Project Based Learning). Note: Lihat kembali Framework Pendidikan Berbasis Fitrah.

 

Selain tentu saja harus mengacu pada Kurikulum 2013 sebagaimana dianut dalam Sistem Pendidikan Nasional Republik Indonesia.

 

Ringkasan Program Math Q (Kelas Islamic Math Adventure)

Islamic Math Adventure (IMA). Sebuah media pembelajaran Matematika Terapan Berbasis Qur’an dengan memanfaatkan (terintegrasi) Sains sebagai Sarana Berpikir Ilmiah.

Melatih penalaran dan kemampuan siswa/siswi SD dalam mengkomunikasikan ide dan gagasan mereka. Serta membiasakan siswa/siswi untuk berpikir logis, sistematis dan mudah dipahami, siswa memahami soal-soal Matematika dalam bentuk cerita.

Matematika Berbasis Qur’an, sebuah petualangan dan pengalaman yang unik dalam proses men-tadaburi sebuah ayat Al Qur’an menggunakan pendekatan Matematika. Serta memanfaatkan Sains sebagai media untuk menata logika dan mengarahkan sikap siswa.

Setiap siswa dibimbing dan dibiasakan untuk menyusun dugaan (predicting), melakukan observasi sesuai urutan (sequential thinking), mengamati – mengelompokkan – mengurutkan data dan menganalisa (observing, classifying, sorting & analyzing), menyimpulkan (drawing conclusion) & mempresentasikan hasil observasi (presenting).

Kurikulum 2013 dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

Siswa/siswi Kelas 3, 4, dan 5 SD.

Kelas 3, 40x pertemuan dalam 2 semester
Kelas 4, 40x pertemuan dalam 2 semester
Kelas 5, 40x pertemuan dalam 2 semester

Bagi siswa/siswi yang mengikuti program ini diharapkan terlatih dalam menata logikanya sesuai Kaidah Berpikir Ilmiah, serta berani mengungkapkan ide dan gagasannya bagi lingkungannya di mana mereka tinggal. Manfaat lainnya adalah setiap siswa/siswi memiliki peluang untuk mengikuti lomba Matematika Terapan di ajang bergengsi KJSA (Kalbe Junior Scientist Award) yang diselenggarakan oleh PT Kalbe Farma, Tbk serta KOMPI (Kompetisi Matematika dan Pendidikan Islam) setiap tahun.

Ir Bekti Hermawan | Siti Nurhasanah | Tim guru SD mitra EII yang berminat menjadi fasilitator bagi program ini.

Setiap hari Sabtu, @90 menit setiap pertemuan dengan rincian:

60 menit pembelajaran konsep dan praktek
30 menit pembuatan laporan kegiatan siswa/siswi

Setiap peserta program ini harus melalui 2 tahap pembelajaran:

 

Tahap Matrikulasi, yaitu bertujuan menguasai dan memahami Matematika Berbasis Qur’an secara menyeluruh (Math Q Basic)

 

Tahap Implementasi, yaitu siswa/siswi belajar Matematika sesuai Kompetensi Dasar yang telah ditetapkan Dikbud namun diberikan atau disajikan kepada siswa/siswi sesuai dengan metode yang telah dirancang dalam program ini (Math Q Lanjutan)

EKSAKTA INEGRA ISLAMICA PUSAT

Bukit Cimanggu City, Blok L2/3 Kota Bogor – Jawa Barat 16161 – Indonesia, | Website https://islammengajar.com | WA 0812-1949-2247

 

EKSAKTA INTEGRA GLOBAL SDN BHD

Koperasi Dewan Ekonomi Rakyat Malaysia No. 211 Jln Simpang, 34000 Taiping Perak 05-8052434, Lot 407C Kompleks Diamond, Bangi Business Park 43650, Bandar Baru Bangi, Selangor

Salah 1 Kegiatan Pembelajaran Math Q Tahap Matrikulasi

matematika sd kelas 1
matematika sd kelas 1 b
matematika sd kelas 1 c
matematika sd kelas 1 d
matematika sd kelas 1 e
matematika sd kelas 1 f
matematika sd kelas 1 g
matematika sd kelas 1 h
matematika sd kelas 1 i