Membumikan Al Quran

belajar berhitung matematika akhlak sd

“Selayang Pandang” Pesantren Liburan Khoiru Ummah Ke-9

Membumikan Al Qur’an. Kata itu sangat popular “hidup” di kalangan akademisi kampus-kampus modern sejak tahun 1994 hingga hari ini. Di ruang-ruang publik banyak anak muda Islam berbincang mengenai “Membumikan Al Qur’an”. Tak terkecuali para juru dakwah. Membumikan Al Qur’an maknanya mengimplementasikan nilai-nilai luhur Kitab Suci tersebut di kehidupan sehari-hari.

Setidaknya, makna itu yang dapat kita tangkap dari kegiatan Pesantren Liburan Khoiru Ummah Ke-9 sejak awal bergulir 18 Desember hingga berakhir 21 Desember 2018. Sebuah ikhtiar “Membumikan Al Qur’an” ke dalam sanubari anak-anak kita di jenjang pendidikan dasar.

Tercatat ada 60 peserta dari 19 SD dan 4 SMP. Yaitu SDN Lesanpuro 4, MI Manarul Islam, MIN 1 Malang, SDI As Salam, MI KH Hasyim Azhari, SD Muhammadiyah 8 dan 9, MI Al Murtadlo, SDN Sawojajar 5, SDIT Mutiara Hati, MI Al Huda, MI Tarbiyatul Huda, SDN Percobaan 1, SDN Bunul Rejo 6, SD Islamic Global School, SDIT Tembokrejo Pasuruan, SDI Baitul Makmur, MI Hidayatullah Falah Turen, MI Al Khoiriyah Gondang Legi, MTsN 1 Malang, SMP 26 Malang, SMP Putri Al Irsyad, dan SMP 21 Malang.

pesantren liburan khoiru ummah ke 9 c

Namun, ada yang berbeda di Pesantren Liburan Khoiru Ummah Ke-9 tahun ini. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, ada ikhtiar lain tahun ini. Selain belajar Adab Terhadap Orangtua, Adab Terhadap Al Qur’an, Tahfizhul Qur’an, Siroh Nabi Muhammad SAW, Doa dan Dzikir Sehari-hari, Muroja’ah Tahfizh, Rukun Islam dan Rukun Iman, Tauhid Rububiyah & Uluhiyah, mereka juga belajar hal baru, yaitu Matematika Qur’an.

“Jika kalian menginginkan ilmu, maka selamilah Al Quran karena di dalamnya terdapat ilmu orang-orang terdahulu dan yang akan datang.” Begitu kata Abdullah bin Mas’ud RA.

Di Pesantren Liburan ini pun anak-anak diajak menyelami Al Qur’an agar mereka mendapatkan pemahaman makna menggunakan media Matematika. Setiap peserta diajak men-tadaburi 7 ayat selama mengikuti kegiatan ini. Yaitu Al Baqarah 185 & 196 untuk Kelas 1 & 2, Ali Imran 191, Al Qamar 49 untuk Kelas 3 & 4, serta Ar Ruum 22, Al Hujurat 12-13 untuk Kelas 5, 6 dan SMP.

Ada keceriaan anak-anak saat mereka diberi pelajaran mengalikan 2 bilangan menggunakan rumput yang diperoleh dari halaman sekolah. Mereka begitu antusias karena ada hal baru yang mereka dapatkan. Sejatinya, pelajaran mengalikan 2 bilangan menggunakan rumput itu adalah mereka sedang belajar men-tadaburi QS Ali Imran 191. Dilain hari, masih menggunakan QS Ali Imran 191, mereka mempelajari bagaimana otak harus berpikir logis. Mereka diajak untuk membuat sebuah miniatur cara kerja kapal selam menggunakan barang bekas.

pesantren liburan khoiru ummah ke 9 b

Tak ada kesan bosan di wajah mereka. Yang ada adalah wajah bersungut-sungut karena berebut ingin merasakan sensasi praktek men-tadaburi sebuah ayat Al Qur’an.

Simak saja saat mereka melakukan pengamatan pada fenomena bagaimana sebuah kejadian berlangsung sesuai dengan kadar atau takarannya. Mereka mempelajari penulisan data dalam menentukan takaran yang paling tepat agar roket mereka terlontar paling tinggi. Keceriaan mereka nampak jelas bersamaan dengan menetesnya keringat mereka karena pergerakan fisik yang mereka lakukan. Hal yang baru bagi mereka. Akhir pelajaran, mereka dapat menarik kesimpulan atas kegiatan yang mereka lakukan dengan makna QS Al Qamar 49.

pesantren liburan khoiru ummah ke 9

Di pojok kelas yang lain, terjadi dialog antar anak-anak kelas besar 5, 6 dan SMP. Mereka hanya diminta menarik sebuah kesimpulan dari 2 lembar kertas HVS yang memiliki ukuran sama, warna sama, ketebalan sama dan mungkin harga yang sama, namun diberi perlakuan berbeda, yaitu melipat kertas tersebut secara horizontal dan yang lain secara vertikal. Kemudian dihitung volume keduanya. Sesungguhnya, mereka sedang diajak berpikir dan berprilaku sesuai QS Al Hujurat 12, jangan berprasangka buruk pada sesama.

Selain itu juga ada pelajaran tentang “indahnya perbedaan” yang diajarkan melalui konsep Perkalian Komplementer dan Napier’s Bone. Sesungguhnya, mereka sedang diajak untuk mengaplikasikan makna dalam QS Ar Ruum 22 dan Al Hujurat 13.

Begitulah gambaran suasana Pesantren Liburan Khoiru Ummah Ke-9 yang dapat kami sajikan. Inti dari semua kegiatan ini tak lain adalah ikhtiar untuk “Membumikan Al Qur’an”. Agar Al Qur’an tidak hanya “hidup” di masjid-masjid, musholah-musholah, atau kegiatan pesantren-pesantren sejenis ini. Harapan kami semua tentunya Al Qur’an dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan permasalahan khas anak-anak sekolah.

Tak berlebihan jika kami berharap suatu saat mereka dapat memaknai angka dan bilangan sebagai salah satu media untuk meningkatkan motivasi dalam ikhtiar men-tadaburi sebuah ayat dalam Al Qur’an. Karena sejatinya Al Qur’an itu ada pada sejauh mata memandang, dan sedalam hati berkata:

“1 itu Tauhid, 0 itu ikhlas, 10 itu sempurna. Ber-Tauhid-lah dengan keikhlasan yang sempurna.”

Madyopuro, 21 Desember 2018

Al-Faqir Ila Allah, Bekti Hermawan

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*