Materi Matematika Kelas 1 SD Semester 2 K13

Materi Matematika Kelas 1 SD Semester 2 K13

Materi Matematika Kelas 1 SD Semester 2 K13 – Setiap Tahun Ajaran Baru di Sekolah Dasar sangat banyak menghadapi problem di pendidikan Matematika Dasar. Utamanya pelajaran Matematika. Matematika Kelas 1 SD yaitu pendidikan Matematika yang paling mendasar untuk siswa yang baru masuk Sekolah dasar dari Taman Kanak Kanak. Problemnya yaitu belum tersedia soal, kumpulan soal, buku, materi, bank soal, latihan soal, contoh soal, silabus, materi pelajaran atau pun rangkuman materi untuk pelajaran Matematika Jenjang Satu Sekolah Dasar yang mengutamakan nalar anak. Jika merujuk pada pelajaran, KD (Kompetensi Dasar), dan RPP Matematika jenjang 1 Sekolah Dasar masih jarang yang mengutamakan ketelitian. Baik untuk materi pejumlahan dan pengurangan, bergambar atau dengan gambar maupun tidak. Penjumlahan dan pengurangan bersusun, membandingkan berat benda di semester 2, nilai tempat, dan semester 2 tema 5 dan tema 6. Belum lagi problem bangun datar, jarang ditemui yang mengutamakan logika siswa di Matematika Kelas 1 SD, baik di Kurikulum 2013 Revisi 2018 atau 2019 (K13), maupun di KTSP dalam bentuk PDF File atau berbentuk buku lainnya. Di Penerbit Erlangga pun sulit ditemukan atau bahkan tidak ada ditemukan cara belajar Matematika Kelas 1 SD yang mengutamakan nalar. Mendapatkan contoh soalnya saja jarang ada, apalagi mencari kunci jawaban pelajarannya.

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Materi Matematika Kelas 1 SD Semester 2 K13

Dari beragam keadaan sulit yang telah disebutkan di atas, hal khususnya yang perlu Anda kenal yaitu Buku Matematika Kelas 1 Sd tak segera belajar berhitung. Anda mesti memahami bahwa pembelajaran Matematika di Kelas 1 Sekolah Dasar terdiri dari dua bagian utama yang seharusnya diperhatikan.

Ke-satu merupakan Matematika Non Baku. Dalam Matematika Non Baku ajarkan bagaimana siswa dapat memahami bahwa Matematika tidak sepatutnya selalu menghitung. Membandingkan berat dua benda adalah termasuk pembelajaran Matematika Kelas Satu SD. Sedangkan siswa belum belajar angka dan bilangan, tapi murid akan mempelajari bawa benda yang satu lebih berat dari benda yang satu lagi.

Begitu juga dengan benda yang kecil dan benda yang besar diperbandingkan, meski belum belajar pengukuran, murid akan mempelajari bahwa ada 2 benda yang berbeda ukurannya. Satu benda berukuran kecil dan yang lainnya berukuran besar.

Belum lagi belajar tentang tinggi dan rendah, dalam dan dangkal, atau isi sebuah wadah lebih banyak atau lebih sedikit dari yang lainnya. Banyak sekali hal-hal yang perlu dididik di pembelajaran Materi Matematika Kelas 1 Sd Semester 2 Ktsp meskipun siswa belum belajar bilangan.

Belajar Matematika Non Baku ini perlu fokus yang tinggi buat murid sebab mereka belum belajar perihal angka dan bilangan. Memperbandingkan 2 buah atau sebagian benda tanpa memahami angka dan bilangan sebelumnya ternyata lebih mudah diperbandingkan kalau mereka mempelajari bilangan. Ajaklah anak Anda atau murid mempelajari Matematika Non Baku ini hingga benar-benar memahami dan mengerti maksudnya.

Bila telah mempelajari Matematika Non Baku, barulah masuk ke bagian Matematika Baku. Di Semester 2 biasanya Matematika Baku ini lebih dominan dibandingkan Matematika Non Baku. Buku Matematika malahan lebih banyak yang mempelajari Matematika Baku dibandingkan Matematika Non Baku. Ini tentu menjadi keadaan sulit akal murid dikemudian hari bila siswa atau anak Anda belum selesai mempelajari Matematika Non Baku.

Belajar angka saja tanpa mempelajari Matematika Non Baku, akan menjadikan siswa atau anak Anda belajar Matematika tanpa pola dan nalar. Tetapi, belajar Matematika Non Baku saja tanpa memahami proses perhitungan di Matematika Baku, akan menghasilkan murid atau anak Anda tak dapat mengitung menggunakan nalarnya kecuali menghafal saja. Ingat, Matematika adalah proses belajar Akal serta cara kerja meningkatkan skill berhitung.

Pemecahan Masalah Agar Supaya Murid Mau Belajar Materi Matematika Kelas 1 SD Semester 2 K13

Tetapi wajib diingat, memahami Matematika Baku yang berkaitan dengan angka dan bilangan konsisten sepatutnya mengacu terhadap nalar dan akal. Sehingga Matematika Kelas 1 Sekolah dasar bisa menjadi pembelajaran yang hidup dan menggembirakan pembelajarnya di level pengajaran berikutnya.

Kurikulum 2013 yang lazim disebut K13 atau Kur13 kurang memberikan kesempatan terhadap anak di kelas 1 SD untuk membenahi nalar dan logikanya. Tentu hal ini dikarenakan materi atau buku Matematika Kelas 1 SD belum banyak yang mengarah kepada akal, selain materi dan teladan soal Matematika Kelas 1 SD hanya mengandalkan supaya murid bisa segera menjawab tanpa semestinya memahami logika atau nalar berpikirnya.

Nah, dalam pengajaran Matematika Kelas 1 SD yang saya kembangkan ini belajar bilangan menjadi lebih mudah dipahami seandainya kita mengajarkan kepada murid-murid kelas 1 SD atau kelas Dua SD menerapkan alur yang berlogika.

Misalnya seperti ini. Berapakah 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 dijumlahkan seluruhnya. Anak yang belum terbiasa mengaplikasikan nalarnya akan melaksanakan cara kerja berhitung dengan sistem menjumlahkan satu per satu 1+2+3+4+5+6+7+8+9+10. Tapi bagi murid yang telah terbiasa dilatih nalarnya, dia akan mencari sistem termudah untuk menjawabnya. Yaitu dengan sistem 1+9+2+8+3+7+4+6+5+10. Singkatnya penjumlahan tersebut menjadi 10+10+10+10+5+10, akibatnya lebih mudah dijawab, bukan?

Di materi Matematika Kelas 1 SD yang saya kembangkan ini murid yang baru masuk di kelas 1 SD diajak untuk mengerti 4 Prinsip Dasar, yakni:

  • Teori Jumlah
  • Pasangan Bilangan Sepuluh
  • Jumlah Sebelas – 20
  • dan Lompatan Angka dan Bilangan.

Ke-4 Prinsip Dasar itu diajari hingga anak mengerti. Seandainya 4 Prinsip Utama ini sudah dipahami dan dimengerti, karenanya selanjutnya murid atau siswa dapat menjawab Penjumlahan dan Pengurangan berapa pun besarnya bilangan yang mereka hadapi.

Jadi, ajarkan murid di kelas Satu SD dan kelas Dua SD pelajaran Matematika Ajaib yang saya kembangkan ini. Dalam rentang waktu tidak lama insyaa Allah siswa dapat memahami teknik berhitung ini. Teknik berhitung di Matematika Ajaib tidak mengutamakan kecepatan, tapi mengutamakan ketelitian.

Kalau murid telah teliti dalam melaksanakan pelaksanaan berhitung, diharapkan dengan sendirinya mereka akan mahir mengerjakan perhitungan jika dilatih berkesinambungan. Malahan, murid kelas 1 SD sudah dapat melaksanakan cara kerja hitung Perkalian dan Pembagian sekiranya dilatih terus-menerus mengaplikasikan cara dan materi Matematika Ajaib ini.

Tunggu apa lagi? Metode Matematika Ajaib ini dirancang untuk memudahkan anak kelas 1 SD atau kelas 2 SD memahami Matematika Dasar untuk dikembangkan menjadi ketrampilan yang handal di kelas-kelas atau level pendidikan berikutnya.

Kian cepat Anda mengajarkan nalar berhitung Matematika Ajaib ini kepada murid, karenanya semakin siap mental Matematika murid dalam menjawab soal. Lupakan sebentar Kurikulum 2013. Baik Kurikulum 2013 Revisi 2018 maupun 2019. Lupakan sejenak. Ajarkan metode Matematika Ajaib ini dengan fokus tinggi dan istiqomah.

Bagi siswa-siswi kelas 1 SD, insyaa Allah dalam jangka waktu Satu semester sudah bisa Penjumlahan dan Pengurangan, serta Perkalian dan Pembagian. Untuk anak kelas 2 SD dapat lebih melejit lagi. Perkalian dan Pembagian sudah dikenalkan di kelas 2 SD. Oleh karena itu, mempelajari sistem gampang dan teliti Perkalian dan Pembagian di kelas 2 SD menjadi lebih bernalar seandainya anak Anda sudah kenal metode atau pelajaran ini sejak kelas 1 SD.

Simak uraian lengkap apa dan bagaimana Matematika Ajaib itu dengan cara klik disini.